Kesalahan Fatal Dalam Membuat CV Jobseeker Wajib BACA !

Kesalahan dalam membuat CV. Salah satu hal yang paling penting dalam proses mencari pekerjaan adalah CV (curriculum vitae). Karena CV ibarat iklan yang berisi penjualan tentang jasa apa yang bisa Anda berikan untuk perusahaan yang akan Anda lamar.

15 Kesalahan Dalam Membuat CV


1. Typo Alias Salah Ketik
Typo alias salah ketik adalah hal yang harus Anda jauhi ketika menulis sebuah CV. Terutama bagi Anda yang melamar pekerjaan pada bidang yang membutuhkan detil dan tingkat ketelitian yang tinggi.

Karena typo adalah sebuah hasil dari ketidak-telitian dalam sebuah pekerjaan dan tanda tidak adanya proses pemastian ketika pekerjaan telah dianggap selesai.

Oleh karena itu, jika Anda tidak ingin dicap sebagai orang yang tidak teliti dan tidak memastikan lagi pekerjaan Anda apakah sudah benar atau belum, maka sebaiknya Anda meluangkan waktu sebentar untuk membaca dan merevisi kembali CV Anda agar tidak ada kesalahan dalam pengetikan.

2. Penggunaan Font Yang Tidak Standar Sehingga Tulisan Sulit Dibaca
Gunakan jenis font yang standar seperti serif ataupun sans-serif dan jauhi penggunaan font bertipe handwriting atau script.

Contoh font bertipe serif yaitu Cambria, Georgia, dan lain sebagainya. Contoh font bertipe sans-serif yaitu Arial, Calibri, Roboto, dan lain sebagainya.

Sedangkan font handwriting atau script adalah font yang digunakan untuk kebutuhan estetika alias keindahan dan seni. Jadi, tidak cocok untuk dijadikan font utama dalam CV Anda yang seharusnya lebih mengedepankan keterbacaan bukan keindahan!

3. Salah Ketik Nomor Kontak Atau Alamat Email
Kesalahan dalam membuat CV berikutnya adalah salah ketik nomor kontak atau alamat email yang bisa dihubungi.

Perlu Anda ketahui, bahwa kontak ataupun alamat email adalah akses bagi HRD untuk menghubungi Anda ketika Anda dinyatakan lolos ke tahap seleksi kerja selanjutnya.

Ketika Anda memasukkan data yang salah, maka bisa dipastikan bahwa tidak akan ada panggilan tes selanjutnya dari pekerjaan yang Anda lamar tersebut.

Jadi, luangkan waktu Anda untuk memastikan kembali bahwa kedua hal tersebut yang telah ditulis di dalam CV Anda sudah benar, jika tidak ingin usaha Anda dalam mencari pekerjaan sia-sia.

4. Tata Bahasa Yang Tidak Baku
CV adalah salah satu dokumen yang bersifat formal. Sudah seharusnya dokumen formal ditulis dengan tata bahasa yang baku sesuai dengan kaidah EYD jika memungkinkan..

Hindari penggunaan bahasa gaul dalam penulisan CV. Jika tidak, maka bersiap-siaplah untuk berlapang dada jika CV Anda tereliminasi lebih awal dari persaingan.

5. Memasukkan Berbagai Informasi Yang Tidak Relevan Dengan Pekerjaan Yang Dilamar
Usahakan untuk memberikan penjelasan dengan singkat, jelas dan hanya memasukkan informasi yang sesuai dengan pekerjaan yang Anda lamar di CV Anda.

Ingatlah, bahwa CV yang masuk ke meja HRD bukan hanya CV Anda saja. Bisa puluhan bahkan sampai ratusan CV, sehingga mereka tidak punya waktu untuk membaca detail satu per satu CV yang masuk.

Ketika menemukan CV yang seperti ini, mereka akan langsung menyingkirkannya tanpa tedeng aling-aling.

6. Halaman CV Terlalu Banyak
Kesalahan dalam membuat CV berikutnya yang merupakan imbas dari memasukkan berbagai informasi yang tidak relevan ke dalam CV Anda yaitu halaman CV yang terlalu banyak.

Lalu berapa halaman CV yang ideal?

Menurut Billy Boen yang merupakan seorang CEO GDI Lab dan juga penulis buku Young on Top menjelaskan bahwa jumlah lembar CV yang ideal, yaitu :

  • Untuk fresh graduate, cukup 1 lembar CV dan maksimal 2 lembar.
  • Untuk yang sudah berpengalaman 5-10 tahun, maksimal 2 lembar.
  • Untuk yang sudah berpengalaman 10 tahun ke atas, maksimal 3 lembar.
  • Jika melebihi angka maksimal, terkadang HRD menjadi malas untuk membacanya.

Jadi, tugas Anda adalah memastikan bahwa isi CV Anda hanyalah informasi yang berbobot dan relevan dengan pekerjaan yang akan Anda lamar.

Hapus semua hal yang tidak penting dan tidak berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar!

7. Mengutamakan Penulisan Job Desc Pekerjaan Diatas Pencapaian
Bagi HRD, hal utama yang ingin mereka lihat adalah hasil kerja nyata Anda bukan sekedar job desc pekerjaan.

Dibandingkan Anda menulis job desc seperti memastikan jalannya produksi, lebih baik Anda ganti dengan berhasil menurunkan waktu rata-rata proses produksi dari 5 menit menjadi 2 menit. Itu akan lebih menjual di mata mereka.

8. Menggunakan Foto Alay
Sekali lagi saya ingatkan bahwa CV (curriculum vitae) merupakan dokumen yang bersifat formal dan resmi. Oleh karena itu, usahakan foto yang Anda tampilkan di dalam CV Anda adalah foto yang juga bersifat formal dan resmi.

Jika Anda meremehkan hal ini dan menggunakan foto yang alay dan asal-asalan, maka bisa dipastikan bahwa CV Anda tidak akan lolos ke proses seleksi kerja berikutnya.

Lalu bagaimana standar foto yang resmi?

Mudah saja, cukup gunakan pakaian formal seperti kemeja dengan atau tanpa dasi, bisa dipadukan dengan jas. Jangan lupa untuk menggunakan latar belakang merah atau biru polos.

9. Kesalahan Dalam Membuat CV : Satu CV Untuk Semua Lamaran
Kesalahan membuat CV berikutnya yaitu membuat satu CV untuk semua lamaran pekerjaan. Efeknya, beberapa informasi menjadi tidak relevan dengan pekerjaan yang akan Anda lamar.

Untuk beberapa poin tertentu seperti ketrampilan atau pengalaman yang Anda miliki, ada baiknya CV Anda menyesuaikan pekerjaan yang akan Anda lamar.

Sehingga CV Anda lebih tertarget dan peluang untuk lolos ke tahap seleksi kerja berikutnya menjadi lebih besar.

10. Menuliskan Sesuatu Yang Tidak Sesuai Realita
Beberapa orang menuliskan sesuatu yang tidak sesuai dengan realita pada CV mereka.

Misalnya, jabatan pekerjaan sebelumnya adalah staf biasa, sedangkan di CV tertulis sebagai supervisor. Tujuannya, agar bisa mendapatkan jabatan supervisor di tempat kerja yang baru.

Jika dipandang dari segi agama, maka sudah jelas salah!!!

Namun, yang lebih repot lagi adalah jika Anda ditakdirkan lolos sampai proses wawancara kerja dan terbata-bata serta tidak bisa menjelaskan apa saja tanggung jawab pekerjaan Anda di tempat kerja sebelumnya sebagai supervisor.

Masalah, bukan?

Jadi, saran saya… Jujur saja. Jangan ada dusta diantara kita!

Bonus: Kesalahan Dalam Pengiriman CV
Selain kesalahan dalam membuat CV, beberapa pelamar kerja juga sering terjebak dalam kesalahan saat proses pengiriman CV, dalam hal ini pembahasannya khusus pengiriman CV via email saja. Berikut kesalahannya :

11. Mengirimkan CV Ke Semua Alamat HRD
Silahkan baca lagi poin kesalahan nomor 9 yaitu satu CV untuk semua lamaran.

Sebagaimana CV yang dibuat harus spesifik untuk setiap jenis pekerjaan yang Anda lamar. Maka begitu pula ketika proses pengiriman CV harus dilakukan satu per satu ke alamat email HRD.

Catatan : Poin ini hanya berlaku ketika Anda mengirimkan CV melalui email saja.

12. Tidak Mengisi Judul Email
Email yang masuk tanpa judul didalamnya, itu mencurigakan, bisa dianggap sebagai email spam, dan email spam rawan untuk dihapus oleh penerimanya.

Jika Anda tidak ingin hal itu terjadi, maka jangan lupa untuk mengisi judul email sebelum mengirimkannya. Anda bisa menulis judul email seperti ini: (tanpa tanda petik)

“CV – Alifianto Hajri – Posisi Design Engineer”

Dengan begitu, email Anda yang masuk di inbox email HRD tidak dianggap sebagai email spam.

13. Tidak Menulis Email Dengan Kalimat Pembuka Kepada Siapa CV Ditujukan
Kesalahan lainnya yaitu tidak adanya kalimat pembuka dalam hal kepada siapa CV tersebut ditujukan. Yang mana hal tersebut merupakan salah satu etika dalam berkirim email.

Lebih parahnya lagi, isi email yang Anda kirim hanyalah tulisan seperti,

“Terlampir surat lamaran dan CV”

Bagaimana perasaan Anda jika Anda berada dalam posisi sebagai HRD yang menerima email tersebut dari para pelamar kerja?

Silahkan jawab sendiri…

14. Mengosongkan ‘Body’ Atau Bagian Utama Isi Email
Kesalahan fatal yang masih berhubungan dengan poin ke-13 diatas yaitu Anda mengosongkan ‘body’ email, tanpa kalimat pembuka, tanpa perkenalan diri, tanpa berkata apapun yang menjelaskan alasan mengapa Anda mengirim email tersebut.

Hanya mengirim lampiran surat lamaran kerja dan CV tok!

Selamat! Anda telah mempermudah pekerjaan HRD dalam menyeleksi CV yang masuk ke dalam inbox email mereka. 

15. Tidak Melampirkan CV
Kesalahan terakhir yang tidak kalah fatalnya yaitu lupa melampirkan CV pada email yang Anda kirimkan ke HRD.

Saya pikir, HRD yang menerima email tersebut tidak akan merepotkan dirinya untuk membalas email Anda dan menanyakan bahwa CV Anda lupa dilampirkan.

Saya ingatkan sekali lagi bahwa inbox HRD sudah penuh email dengan subjek lamaran kerja, jadi mohon untuk Anda pastikan dan pastikan lagi bahwa email yang Anda kirimkan ke HRD sudah lengkap sesuai dengan persyaratan yang diminta.

« Sebelumnya
Tidak ditemukan Album Sebelumnya!!!

Selanjutnya »
Tidak ditemukan Album Selanjutnya!!!


Komentar Facebook

Back to Top